Rabu, 04 Mei 2011

Penjelasan Dan Pengertian Tentang Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)

| Rabu, 04 Mei 2011 |1 komentar

Ingin Langganan Artikel Menarik?
Kirim artikel ini dan dapatkan artikel-artikel menarik terbaru.

Home » Site Map » Category [ ] » Disini
Kriteria ketuntasan minimal (KKM) merupakan kriteria paling rendah untuk menyatakan peserta didik mencapai ketuntasan. Penentuan KKM sangat diperlukan dalam penentuan kelulusan peserta didik dalam kurikulum berbasis kompetensi. KKM harus ditetapkan sebelum awal tahun ajaran dimulai. Seberapapun besarnya jumlah peserta didik yang melampaui batas ketuntasan minimal, tidak mengubah keputusan pendidik dalam menyatakan lulus dan tidak lulus pembelajaran. Acuan kriteria tidak diubah secara serta merta karena hasil empirik penilaian. Pada acuan norma, kurva normal sering digunakan untuk menentukan ketuntasan belajar peserta didik jika diperoleh hasil rata-rata kurang memuaskan. Nilai akhir sering dikonversi dari kurva normal untuk mendapatkan sejumlah peserta didik yang melebihi nilai 6,0 sesuai proporsi kurva. Acuan kriteria mengharuskan pendidik untuk melakukan tindakan yang tepat terhadap hasil penilaian, yaitu memberikan layanan remedial bagi yang belum tuntas dan atau layanan pengayaan bagi yang sudah melampaui kriteria ketuntasan minimal.

Kriteria ketuntasan minimal ditetapkan oleh satuan pendidikan berdasarkan hasil musyawarah guru mata pelajaran di satuan pendidikan atau beberapa satuan pendidikan yang memiliki karakteristik yang hampir sama. Pertimbangan pendidik atau forum MGMP secara akademis menjadi pertimbangan utama penetapan KKM.

Kriteria ketuntasan menunjukkan persentase tingkat pencapaian kompetensi sehingga dinyatakan dengan angka maksimal 100 (seratus). Angka maksimal 100 merupakan kriteria ketuntasan ideal. Target ketuntasan secara nasional diharapkan mencapai minimal 75. Satuan pendidikan dapat memulai dari kriteria ketuntasan minimal di bawah target nasional kemudian ditingkatkan secara bertahap.

Kriteria ketuntasan minimal menjadi acuan bersama pendidik, peserta didik, dan orang tua peserta didik. Oleh karena itu pihak-pihak yang berkepentingan terhadap penilaian di sekolah berhak untuk mengetahuinya. Satuan pendidikan perlu melakukan sosialisasi agar informasi dapat diakses dengan mudah oleh peserta didik dan atau orang tuanya. Kriteria ketuntasan minimal harus dicantumkan dalam Laporan Hasil Belajar (Raport) sebagai acuan dalam menyikapi hasil belajar peserta didik.

Protected By : DMCA.com MyFreeCopyright.com Registered & Protected
UU Nomor 19 Tahun 2002 [ UU Hak Cipta ]

Anda tertarik dengan artikel ini? Bila Anda ingin me-Copy artikel ini,
Silahkan besertakan sumber dengan menaruh alamat berikut ke dalam artikel :


Loading...
Lihat semua Artikel disini | Site Map | Submit artikel ini ke LintasBerita.com
Yang mungkin Anda cari :

Poskan Komentar | Kembali Ke Artikel | Kembali Ke Atas ↑

Baca dulu!!!
[ Blog NoFollow ] Anda bisa bebas berkomentar, entah itu komentar baik atau jelek. Karena kotak komentar ini tidak saya pasang moderasi, jadi jika Anda berkomentar, saya tidak membaca komentar Anda, dan komentar Anda langsung muncul tanpa sepengatahuan saya.
[ Maaf saya tidak membaca komentar Anda ] Selamat berkomentar ria :

1 komentar :

Kang Guru mengatakan...

Terimakasih atas arti KKM.. Akhirnya ketemu


Update Artikel di Akun Anda

On FaceBook

Total Penayangan Halaman

Versi web | Lihat versi ponsel
© Copyright 2011 - CentralArtikel.com | Design By Lutfi Setiyawan | Official published in 20 Mei 2010 | Best view in Google Chrome