Minggu, 17 Oktober 2010

Perbedaan Manusia dengan Hewan atau Binatang – Tugas AIK

| Minggu, 17 Oktober 2010 |0 komentar

Ingin Langganan Artikel Menarik?
Kirim artikel ini dan dapatkan artikel-artikel menarik terbaru.

Home » Site Map » Category [ | ] » Disini
Perbedaan Manusia dengan Hewan atau Binatang – Tugas AIK
Ciri - Ciri Perbedaan Manusia dengan Hewan atau Binatang – Tugas AIK
Cara membedakan Manusia dengan Hewan atau Binatang – Tugas AIK
Tugas AIK Mencari Ciri - Ciri Perbedaan Manusia dengan Hewan atau Binatang
Hewan [ Binatang ] atau Manusia ? ? ? ?
Apa Beda Manusia dengan Hewan
http://blogious.com/wp-content/uploads/2010/10/hewanmanusia.jpg
Punya blog hanya untuk menginformasikan tentang berbagai info mendalam tentang kata-kata bijak tentang cinta bahkan sms cinta sepertinya kurang maksimal. Kita kembalikan ke waktu dulu saat blog menjadi online diary atau sebagai media tugas sang pelajar. Sekarang MagazineForum saya akan membahas perbedaan manusia dengan hewan.

Perbedaan manusia dengan hewan, jika diteliti dan diamati memang sangatlah berbeda. Dan karena ini tugas dari MagazineForum.com dosen, saya berniat mempostingkan di blog saya. Bagi teman-teman yang tau, teman saya Ardi yang mendapat tugas AIK dengan tema Perbedaan Binatang dengan Manusia.
Artikel saya comot sana-sini untuk membantu teman sekelompok mencari definisi dari berbagai sisi. Dan untuk cepatnya, kita langsung saja melihat kutipan di bawah ini tentang Perbedaan Binatang dengan Manusia.
Perbedaan utama adalah kemampuan menciptakan dan menggunakan perkakas, manusia adalah mahluk dengan perkakas, tanpa menggunakan perkakas sudah lama manusia terhapus dari ekosistem dibumi. Kemampuan menerapkan teori menjadi sesuatu yang praktis.
***
Pertama, manusia makhluk paling sempurna. Selain fisik, manusia memiliki keunggulan akal. Manusia memiliki akal kreatif, inovatif dan konstruktif sedang binatang tidak. Binatang tidak dapat menggunakan otaknya untuk berfikir atau belajar dan menangkap kebenaran laiknya manusia.
Kedua, manusia harus belajar. Allah menganugerahkan hati dan akal untuk belajar. Dengan belajar manusia dapat mengembangkan ilmu pengetahuan serta mengambil hikmah dalam berbagai peristiwa kehidupan. Manusialah yang harus menuntut ilmu untuk melaksanakan berbagai tugas kehidupan. Malalui proses belajar, manusia dapat memajukan kehidupannya, dari primitive menuju kehidupan beradab dan berbudaya.
Ketiga, manusia adalah Abdullah. Tugas utama manusia adalah untuk mengabdi atau menjadi hamba-Nya dengan penuh tunduk dan taat sepenuhnya. Inilah kehendak Allah ketika menciptakan jin dan manusia. Ibadah adalah tugas utama manusia. Baik, ibadah hablun minallah maupun ibadah hablun manannas. Kepada-Nya seorang hamba berikrar,”Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in!”
Keempat, manusia adalah khalifah. Khalifah artinya wakil Allah di bumi. Khafifah juga berarti pemimpin. Tugas sebagai khafifah adalah tugas berat namun mulia. Sebagai khafifah, manusia mengemban amanah memakmurkan bumi, menciptakan perdamaian, ketrentraman, dan kesejahteraan hidup. Sebagai khafifah, Allah menciptakan manusia setara. Hanya ketakwaan yang membedakan dari lainnya.
Kelima, manusia adalah makhluk labil. Selain, memiliki akal, manusia memiliki nafsu. Dengan akal manusia bisa melakukan perbuatan terpuji dan mulia. Tetapi dengan nafsu, manusia bisa berbuat anarki, merusak dan merugikan kehidupan. Dengan hidayah manusia bisa berbuat mulia. Tanpa hidayah, manusia hanya jadi budak nafsu. Alqur’an menyebut ada yang menjadikan nafsu sebagai Tuhannya.
Keenam, manusia dicipta untuk hidup di dua alam: dunia dan akherat. Di dunia manusia akan hidup sebentar. Dunia adalah lading amal. Akherat lebih kekal dan lebih baik. Bila baik amal dunianya, insya Allah baik akheratnya, Syurgalah tempatnya. Bila buruk dunianya, buruk pulalah akhirnya. Nerakalah ganjarannya.
Ketujuh, amal manusia dihitung. Perbuatan binatang tidak dihitung. Sekecil apa pun kebaikan manusia, Allah akan memberikan pahala. Demikian pula sekecil apa pun keburukannya, Allah akan memberikan sanksi. Takl satupun yang dirugikan. Allah Maha Adil, Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang.
Kedelapan, manusia harus bekerja. Allah menganugrahkan organ sempurna agar manusia bekerja dan berkarya. Dengan bekerja manusia dapat memenuhi kebutuhan hidup dan memenuhi kewajiban social dengan penuh tanggung jawab. Bekerja adalah salah satu pintu kemuliaan manusia.
Kesembilan, manusia makhluk beragama. Dengan agama manusia menemukan dan mengabdi kepada Tuhan dengan benar. Dengan agama hidip manusia menjadi bermakna. Dengan agama, manusia yakin kepada Nabi dan Rasul-Nya, serta adanya Hari Akhir. Tentu hanya Islam agama yang dapat menjelaskan dan meyakinkan itu semua. Islam agama yang sesuai dengan fitrah manusia.
Kesepuluh, manusia makhluk berbudaya. Manusia adalah makhluk kreatif, inovatif dan konstruktif yang mampu membangun pereradaban. Sejarah mencatat peradaban manusia sebagai kerya gemilang. Peradaban adalah mozaik budaya manusia yang dibangun berkat kecerdasan manusia. Jadi, sungguh berbeda memang manusia dengan binatang. Meskipun demikian, Al-Qur’an menyebutkan tidak sedikit manusia bergaya seperti binatang, bahkan lebih buruk lagi dari itu. Mereka tidak dapat membangun sepuluh keunggulan yang mampu diraih oleh setiap manusia.
(Sumber: Lazismu Edisi 15, Pebruari 2009)
***
Para filosof Barat mengatakan bahwa hakikatnyamanusia dan binatang sama. Perbedaannya terletak pada otak . karena itu, mereka berpendapat bahwa manusia itu adalah binatang yang berfikir dan berakal.
Para filosof Muslim melengkapinya dengan sarana lain,yaitu akhlak. Alhasil, manusia adalah makhluk yang punya otak dan akhlak. Seorang hukama berkata “Jika hanya punya otak saja, manusia tetap akan bertindak seperti binatang; merasa benar sendiri, tidak menghargai orang lain, suka melanggar norma susila. Akibatnya, manusia akan menjadi lebih sesat dari binatang.”
Beliau juga menambahkan, bahwa sifat dasar makhluk adalah alqassatul qalbu (keras hati), alqilla’ul haya (tak hanya punya malu) dan al-istighalu bi uyubil khalaqi (sibuk mengintai kelemahan makhluk lain). “tiga sifat dasar ini dinetralisir oleh kemuliaan dan ketinggian akhlak, sehingga manusia akan berhati lembut, memiliki rasa malu dan toleran terhadap orang lain.”
Nah, jika anda memiliki tugas yang sama dengan Magazine Life Tips saya atau hanya sekedar mencari info tentang perbedaan antara Manusia dengan Hewan, anda bisa membaca kutipan yang telah saya tulis di atas.

Keyword :
Perbedaan Manusia dengan Hewan atau Binatang – Tugas AIK
Ciri - Ciri Perbedaan Manusia dengan Hewan atau Binatang – Tugas AIK
Cara membedakan Manusia dengan Hewan atau Binatang – Tugas AIK
Tugas AIK Mencari Ciri - Ciri Perbedaan Manusia dengan Hewan atau Binatang
Hewan [ Binatang ] atau Manusia ? ? ? ?
Apa Beda Manusia dengan Hewan

Protected By : DMCA.com MyFreeCopyright.com Registered & Protected
UU Nomor 19 Tahun 2002 [ UU Hak Cipta ]

Anda tertarik dengan artikel ini? Bila Anda ingin me-Copy artikel ini,
Silahkan besertakan sumber dengan menaruh alamat berikut ke dalam artikel :


Loading...
Lihat semua Artikel disini | Site Map | Submit artikel ini ke LintasBerita.com
Yang mungkin Anda cari :

Poskan Komentar | Kembali Ke Artikel | Kembali Ke Atas ↑

Baca dulu!!!
[ Blog NoFollow ] Anda bisa bebas berkomentar, entah itu komentar baik atau jelek. Karena kotak komentar ini tidak saya pasang moderasi, jadi jika Anda berkomentar, saya tidak membaca komentar Anda, dan komentar Anda langsung muncul tanpa sepengatahuan saya.
[ Maaf saya tidak membaca komentar Anda ] Selamat berkomentar ria :

0 komentar :


Update Artikel di Akun Anda

On FaceBook

Total Penayangan Halaman

Versi web | Lihat versi ponsel
© Copyright 2011 - CentralArtikel.com | Design By Lutfi Setiyawan | Official published in 20 Mei 2010 | Best view in Google Chrome