Jumat, 24 September 2010

Kumpulan Puisi Tentang Alam Kita [ Bumi ] Dan Seisinya

| Jumat, 24 September 2010 |0 komentar

Ingin Langganan Artikel Menarik?
Kirim artikel ini dan dapatkan artikel-artikel menarik terbaru.

Home » Site Map » Category [ ] » Disini
Kumpulan Puisi Tentang Alam Kita [ Bumi ] Dan Seisinya

http://1.bp.blogspot.com/_gyWvJ9qxsHM/S4GNwyEuFeI/AAAAAAAAB9U/KlIgj8kWR40/s320/puisi+alam.jpg
Ketika setiap gambar memiliki makna, tertulis dalam kumpulan puisi alam yang indah, Hal yang indah dari alam bisa sejukan hati dan damaikan jiwa yang sepi.

Kumpulan Puisi Alam

"Gempita Warna Cakrawala"

hitam.. biru.. putih.. abu-abu..
jingga tembaga..
merah mempesona..
gempita warna cakrawala..
bercerita perihal ke-Maha-Besaran
penciptanya..

****

"Ini Rua Nan Selalu Berjarak"

tuan,
ini rua nan selalu berjarak
rimbun aral sesak duri..

usahlah merindu kereta kencana..
sebab terompahpun cukup setia..
tak ramai yang melalui..
sepi bersemi di kanan kiri..

sesekali saudagar melambai..
menjaja emas permata mulia..
dayang jua menyeru menepi..
mengajak istirahat barang sehari..

namun tuan,
ini rua nan selalu berjarak
kerap terjal juga sukar
sebab rawi telah menyisi
tiada jangka untuk berhenti

****

"Tarian Rintik Romansa Petang"

genderang angkasa ditabuh gemuruh,
ramai..
selimut hari sang rawi sembunyi,
dingin..
tetari rintik romansa alam,
cantik..

aku girang mereka senang,
kuyup..
semuanya sunyi dalam diam,
hening..

tertegun menanti,
rahmat turun gemulai,
pentas langit hadir di bumi

Pohon hijau
Batang, Ranting, dan Daun Mahkotanya

Ia masih seperti yang dulu
Terlihat kemarin pagi
Ia masih seperti yang dulu
Kulihat kemarin siang
Masih…….. Ia tetap seperti yang dulu
Terlihat lagi sore kemarin

Hujan terlalu lama untuk diturunkan
Matahari terlalu gahar untuk dimandikan
Alam melanglang, embun berganti deburan topan
Debu menggelora
Panas menyengat datang

Aahh….Ia masih seperti yang dulu
Terlihat pagi ini, mentari mercusuar dunia
Oh Tuhan….Ia masih seperti yang dulu
Kulihat lagi sore ini, menggalang sunyi menatap prahara

Akar, Batang………..
Ia masih seperti yang dulu
Tetap tangguh, menancap kokoh menusuk perut bumi
Batang, ranting………bermahkotakan Daun
Selalu, seperti dulu
Kulitnya coklat, merona menyerap mentari
Daunnya segar menghijaukan
Seperti yag aku lihat dulu, diperjalanan hidupku

Oh…Tuhan…..
Ia berbeda hari ini, meranggas, tanpa mahkota

Batang, Ranting…..
Tetap seperti yang dulu
Tapi tak coklat seperti pertama dulu
Legam, pekat….
Ia terbakar, ia telah mati, ia tercabik mahkotanyapun hilang
Tanpa daun

Tepat hari ini
Gelora mentari congkak telah membakarnya
Diatas kepala tersenyum
Mentari tersenyum gahar

Pohon itu…..
Batang itu…..
Ranting itu……
Mahkotanya……..hilang
Hutanku tak seperti yang dulu
Hari ini kulihat siang tadi
Diperjalanan hidupku

Kumpulan Puisi Alam tentang alam dan hal-hal indah disekitar kita.
Baca juga puisi tentang lingkungan, dan kumpulan semua tema puisi lengkap

Protected By : DMCA.com MyFreeCopyright.com Registered & Protected
UU Nomor 19 Tahun 2002 [ UU Hak Cipta ]

Anda tertarik dengan artikel ini? Bila Anda ingin me-Copy artikel ini,
Silahkan besertakan sumber dengan menaruh alamat berikut ke dalam artikel :


Loading...
Lihat semua Artikel disini | Site Map | Submit artikel ini ke LintasBerita.com
Yang mungkin Anda cari :

Poskan Komentar | Kembali Ke Artikel | Kembali Ke Atas ↑

Baca dulu!!!
[ Blog NoFollow ] Anda bisa bebas berkomentar, entah itu komentar baik atau jelek. Karena kotak komentar ini tidak saya pasang moderasi, jadi jika Anda berkomentar, saya tidak membaca komentar Anda, dan komentar Anda langsung muncul tanpa sepengatahuan saya.
[ Maaf saya tidak membaca komentar Anda ] Selamat berkomentar ria :

0 komentar :


Update Artikel di Akun Anda

On FaceBook

Total Penayangan Halaman

Versi web | Lihat versi ponsel
© Copyright 2011 - CentralArtikel.com | Design By Lutfi Setiyawan | Official published in 20 Mei 2010 | Best view in Google Chrome