Senin, 27 September 2010

Berita berkaitan dengan Geografi tentang Relief muka bumi gejala alam

| Senin, 27 September 2010 |0 komentar

Ingin Langganan Artikel Menarik?
Kirim artikel ini dan dapatkan artikel-artikel menarik terbaru.

Home » Site Map » Category [ | ] » Disini

 Berita berkaitan dengan Geografi tentang Relief muka bumi gejala alam

GUMUK PASIR DI PARANGTRITIS
Keberadaan gumuk pasir yang merupakan bagian dari ekosistem spesifik di pantai selatan DI Yogyakarta memang perlu dilestarikan, sebagai kekayaan alam yang bentukannya tergolong langka di dunia. Gundukan pasir ini terbentuk secara alami, yang prosesnya berjalan ribuan tahun lalu. Material pasir berasal dari hasil luapan lahar Gunung Merapi yang terbawa air Sungai Opak dan Progo ke muara. Dari mulut sungai itu, endapan pasir tergerus gelombang laut Samudra Hindia yang kuat hingga terangkat ke pinggiran pantai Parangtritis.
Perjalanan pasir tidak sampai di situ. Setelah tersapu ombak, giliran angin yang mendorongnya. Angin laut yang membentur tebing di sisi timur Pantai Parangtritis berbalik menerbangkan pasir ke daratan. Gumuk pasir itu terbentang sejauh 15,7 kilometer dari muara Sungai Opak hingga ke Parangtritis, sedangkan sebarannya ke daratan dari garis pantai selebar 2 kilometer. Gundukan pasir yang terbentuk mencapai ketinggian 7 meter. Di daratan pun, pasir yang sangat halus ini masih terus dimainkan angin setiap kali bertiup dalam cuaca cerah. Pada musim peralihan atau pancaroba, angin bertiup kencang secara intensif, maka material pasir yang terbawa akan lebih banyak hingga membentuk bukit-bukit pasir yang berubah-ubah bentuk maupun tempat tertimbunnya. Fenomena pembentukan gundukan pasir seperti ini juga ditemukan di Benua Afrika dan Gurun Gobi, China.
Bentuk gumuk pasir yang kerap ditemukan di daerah Pantai Parangtritis menyerupai sabit dan memanjang atau longitudinal. Kadang kala ditemukan pula bentuk parabola dan sisir. Pembentukan pasir itu antara lain dipengaruhi oleh ukuran butiran pasir, tingkat kekeringan, kecepatan dan intensitas angin, serta keberadaan vegetasi yang menutup lahan. Realita yang terjadi sekarang faktor bangunan rumah dan gubuk-gubuk di pinggir pantai turut andil terbentuknya gumuk pasir sebagai pengganti faktor vegetasi pantai. Banyaknya bangunan pemukiman penduduk yang mendesak ke arah pantai selain dapat merusak ekosistem pantai juga merupakan ancaman bagi konservasi parangtritis sebagai laboratorium GEOSPACIAL
dscf6700.JPGdscf6706.JPGdscf6708.JPGdscf6709.JPG

Berita berkaitan dengan Geografi tentang Relief muka bumi gejala alam

Protected By : DMCA.com MyFreeCopyright.com Registered & Protected
UU Nomor 19 Tahun 2002 [ UU Hak Cipta ]

Anda tertarik dengan artikel ini? Bila Anda ingin me-Copy artikel ini,
Silahkan besertakan sumber dengan menaruh alamat berikut ke dalam artikel :


Loading...
Lihat semua Artikel disini | Site Map | Submit artikel ini ke LintasBerita.com
Yang mungkin Anda cari :

Poskan Komentar | Kembali Ke Artikel | Kembali Ke Atas ↑

Baca dulu!!!
[ Blog NoFollow ] Anda bisa bebas berkomentar, entah itu komentar baik atau jelek. Karena kotak komentar ini tidak saya pasang moderasi, jadi jika Anda berkomentar, saya tidak membaca komentar Anda, dan komentar Anda langsung muncul tanpa sepengatahuan saya.
[ Maaf saya tidak membaca komentar Anda ] Selamat berkomentar ria :

0 komentar :


Update Artikel di Akun Anda

On FaceBook

Total Penayangan Halaman

Versi web | Lihat versi ponsel
© Copyright 2011 - CentralArtikel.com | Design By Lutfi Setiyawan | Official published in 20 Mei 2010 | Best view in Google Chrome